Hai Friend, Selamat bergabung dengan Uno Verbo. Ini adalah media untuk berbagi informasi dan berkomunikasi antar sesama orang muda Katolik khususnya di Paroki Santo Yoseph Pekerja Gotong Gotong Keuskupan Agung Makassar.

Kenapa Uno Verbo ?

Uno Verbo artinya Satu Suara. Maksudnya dalam melakoni hidup kita ini sudah seharusnya ter-inspirasi dari firman / sabda Yesus Kristus yang merupakan satu satunya panduan kita agar kita selalu kuat dan benar dalam kehidupan sehari hari

Melalui blog ini kami akan mencoba membagi berbagai informasi, baik yang berhubungan dengan kegiatan orang muda di Paroki, maupun kehidupan orang pada umumnya serta beberapa info sekitar kegiatan di Paroki.

Semoga blog ini dapat memberikan manfaat.

Wednesday, February 9, 2011

Italia Kecam Pembakaran Gereja Temanggung


VIVAnews - Indonesia kini jadi sorotan dunia menyusul meletusnya dua kerusuhan yang melibatkan sentimen agama di Pandeglang dan Temanggung.

Dunia pun mengutuk keras. Salah satunya disuarakan langsung oleh Menteri Luar Negeri Italia, Franco Frattini. "Ini adalah demonstrasi fanatisme yang sangat serius," kata dia di Praha, seperti dimuat situs MSN News.

Fratini yang berasal dari negeri yang 90 persen penduduknya adalah Katolik Roma mengatakan, apa yang terjadi di Temanggung adalah serangan kepada kebebasan beragama. "Juga serangan kebebasan berkeyakinan seseorang."

Menlu Italia berharap pemerintah Indonesia yang dikenal giat mendukung dialog antar umat beragama melakukan langkah yang benar dalam merespons aksi intoleransi ini.

Kecaman juga disampaikan Komisi Hak Asasi Manusia Asia, The Asian Human Rights Commission (AHRC). Lembaga ini melihat eskalasi penggunaan kekerasan oleh kelompok-kelompok fundamentalis agama adalah akibat dari tidak tegasnya aparat keamanan dalam menyikapi kasus-kasus serupa di masa lalu. Juga, menurut mereka, ini jelas menunjukkan adanya kelalaian pemerintah menjamin hak-hak dasar warganya.

AHRC meminta Indonesia mengusut tuntas kasus-kasus kekerasan yang berkaitan dengan keyakinan dan agama warga negaranya. Hukum harus ditegakkan untuk tindakan yang antitoleransi. "Demokrasi bukan berarti mayoritas berkuasa di atas minoritas. Tapi, adalah perlindungan tanpa kompromi terhadap hak-hak dasar manusia, termasuk kebebasan menganut agama dan keyakinan," demikian sikap AHRC dalam pernyataannya yang dimuat www.scoop.co.nz.

Khusus untuk kasus Ahmadiyah, AHCR juga mengritik kinerja Kepolisian Indonesia. "Polisi tidak bisa berlindung di balik klaim mereka tak bisa menghentikan aksi kekerasan itu," kata Direktur Eksekutif AHRC, Wong Kai Shing.

Hanya dalam hitungan hari, dua tragedi kekerasan terhadap umat beragama terjadi.

Minggu, 6 Februari 2011, sekitar 1.500 orang menyerbu rumah tempat berkumpul komunitas Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten. Tiga jemaah Ahmadiyah tewas mengenaskan.

Kerukunan umat beragama kembali terkoyak dua hari kemudian. Selasa, 8 Februari 2011. Kerusuhan di sidang kasus penodaan agama di Pengadilan Negeri Temanggung tak mampu dikendalikan polisi dan menjalar keluar gedung pengadilan. Massa yang didatangkan dengan truk dari luar Temanggung, mengamuk, membakar dan merusak tiga gereja.

source : VIVAnews By Elin Yunita Kristanti - Rabu, 9 Februari
keterangan foto :
[Sejumlah motor di halaman Gereja Pantekosta Temanggung dibakar massa]
(kd)

0 comments:

Post a Comment