Hai Friend, Selamat bergabung dengan Uno Verbo. Ini adalah media untuk berbagi informasi dan berkomunikasi antar sesama orang muda Katolik khususnya di Paroki Santo Yoseph Pekerja Gotong Gotong Keuskupan Agung Makassar.

Kenapa Uno Verbo ?

Uno Verbo artinya Satu Suara. Maksudnya dalam melakoni hidup kita ini sudah seharusnya ter-inspirasi dari firman / sabda Yesus Kristus yang merupakan satu satunya panduan kita agar kita selalu kuat dan benar dalam kehidupan sehari hari

Melalui blog ini kami akan mencoba membagi berbagai informasi, baik yang berhubungan dengan kegiatan orang muda di Paroki, maupun kehidupan orang pada umumnya serta beberapa info sekitar kegiatan di Paroki.

Semoga blog ini dapat memberikan manfaat.

LAPAR DAN HAUS AKAN KEBENARAN

Sejak para tokoh agama menyerukan perang melawan "kebohongan", issu kebohongan publik mulai ramai dibicarakan orang dari berbagai lapisan masyarakat. Menurut kamus bahasa Indonesia, berbohon berarti berkata tidak benar alias berdusta, yaitu mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya. Misalnya jikalau seseorang berkata bahwa ia belum pernah menikah, padahal ia telah mempunyai istri, maka ia adalah seorang pembohong atau pendusta. Para tokoh agama menyerukan perang melawan "kebohongan" karena "kebohongan" telah merasuki sebagian besar masyarakat, sehingga dewasa ini "kebenaran" semakin sulit ditemukan.
Pada hari Minggu Biasa keempat ini, Gereja mengajak semua warganya untuk merenungkan, sejauh mana mereka sudah tidak lagi "berbicara bohong" dan "berlidah penipu" (bdk. Zef.3:13), melainkan selalu "lapar dan haus akan kebenaran" (bdk. Mat. 5:6). Ajakan Gereja ini sulit untuk dipatuhi, karena dalam masyarakat yang suka akan "kebohongan", orang yang suka akan "kebenaran" biasa menjadi korban penganiayaan, Jadi memang patut direnungkan, sejauh mana semua warga Gereja rela berkorban demi "kebenaran". Sebab Yesus berkata : "Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah empunya KerajaanSorga !" (bdk. Mat. 5:10)

(Warta Paroki St. Yoseph Pekerja Tahun XXXVI No. 38 29-30 Januari 2011)
Read More

«IBLIS MINTA PENSIUN DINI»

TUHAN bertanya :

"Kenapa kamu kembali kepada KU, padahal kamu sendiri yang minta untuk menggoda manusia ?"

Jawab iblis : " Hamba minta ampun ya TUHAN.
Amit-amit, sekarang kelakuan manusia sudah melebihi iblis, hamba kuatir justru kami yang tergoda oleh manusia .......
Maka kami minta pensiun dini aja.......‎tidak perlu pesangon karena Gayus sudah janji akan bagi-bagi.......
Read More

ULANG TAHUN IMAMAT PASTOR HENDRIK NJIOLAH


Hari Minggu 23 Januari 2011 pada misa jam 09.00 Wita berlangsung misa perayaan ulang tahun Imamat Pastor Hendrik Njiolah , pastor paroki Santo Yoseph Pekerja Gotong Gotong yang ke 28. Misa konselebrasi dipimpin oleh pastor Frans Nipa ( sekretaris Keuskupan Agung Makassar ) di dampingi Pastor Hendrik Njiolah dan Pastor Agus Tiku Pasang. Misa ini juga dimeriahkan oleh vocal grup yang anggotanya adalah frater frater dari Seminari Petrus Claver.

28 tahun yang lalu Pastor Hendrik ditahbiskan sebagai Pastor bersama sama Pastor John Turing Datang yang saat ini menjadi Pastor paroki Mandai.

Dalam kesempatan memberikan sepatah kata, Pastor Hendrik mengajak umat terutama para orang tua untuk mau merelakan jika ada anaknya yang terpanggil untuk masuk ke Seminari untuk menjadi seorang Pastor, karena saat ini jumlah kaum muda yang mau menjadi Imam sudah sangat berkurang. Misa juga diisi dengan perarakan persembahan oleh beberapa ibu. Proficiat Pastor, Semoga Tuhan senantiasa menyertai Pastor dalam pelayanan.
Read More

ERAT BERSATU DAN SEHATI SEPIKIR

Sebelum Yesus wafat, Ia mendoakan para muridNya, baik pada zaman itu maupun pada zaman zaman kemudian, agar semua menjadi satu, sama seperti Bapa dan Putera dan Roh Kudus adalah satu (bdk. Yoh.17:1-26). Yesus menghendaki supaya semua muridNya dari segala zaman selalu menjaga persatuan, dengan seia sekata dan sehati sepikir dalam usaha membangun Kerajaan Allah di dunia ini. Tetapi, sesudah Yesus wafat, tak henti hentinya terjadi perselisihan dan perpecahan diantara murid muridNya, baik pada zaman dahulu maupun pada zaman sekarang.
Oleh karena itu, Paulus menasihati jemaat Kristen di Korintus, agar mereka seia sekata dan jangan ada perpecahan diantara mereka, tetapi sebaiknya supaya mereka erat bersatu dan sehati sepikir dalam usaha membangun Kerajaan Allah di Korintus (bdk 1 Kor.1:10). Paulus menasihati mereka, karena ia mendengar bahwa ada perselisihan diantara mereka mengenai siapa rasul yang paling hebat: Paulus, Apolos, atau Kefas alias Petrus (bdk 1 Kor.1:11-12). Maka menghadapi perselisihan tersebut, Paulus mengingatkan mereka bahwa mereka semua adalah murid murid Yesus Kristus, bukan murid Paulus, murid Apolos, atau murid Kefas alias Petrus (bdk 1 Kor.1:13). Jadi sebagai murid murid Yesus Kristus, mereka semua harus erat bersatu dan sehati sepikir dalam usaha membangun kerajaan Allah di Korintus (bdk 1 Kor.1:10)

(Warta Paroki St. Yoseph Pekerja Tahun XXXVI No:37 22-23 Januari 2011)
Read More

MENJADI TERANG BAGI BANGSA BANGSA

Pada hari Minggu Biasa Kedua ini, Gereja mengajak semua warganya untuk menjadi terang bagi bangsa bangsa, supaya keselamatan dari Tuhan sampai ke ujung bumi. Sama seperti Yesus Kristus yang datang sebagai terang untuk menerangi semua orang di dunia ini, demikian pula setiap muridNya harus menjadi terang , agar dapat menerangi semua orang yang ada disekitarnya. Menjadi terang bagi orang lain berarti menjadi teladan hidup bagi orang lain, dengan cara memberikan contoh perbuatan perbuatan baik yang berkenan kepada Tuhan (bdk Mat.5:16)
Kepada nabi Yesaya, Tuhan berfirman : " Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hambaKu, untuk menegakkan suku suku Yakub dan untuk mengembalikan orang orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa bangsa supaya keselamatan yang dari padaKu sampai ke ujung bumi ! " (Yes.49:6). Jadi Tuhan mengingatkan nabi Yesaya dan semua hamba hambaNya, bahwa mereka harus bekerja keras secara maksimal untuk menjadi terang bagi semua bangsa dan bukan hanya bagi bangsanya sendiri saja, agar semua bangsa dapat memperoleh keselamatan.

( Warta Paroki St. Yoseph Pekerja Tahun XXXVI No. 36 15-16 Januari 2011 )
Read More