Hai Friend, Selamat bergabung dengan Uno Verbo. Ini adalah media untuk berbagi informasi dan berkomunikasi antar sesama orang muda Katolik khususnya di Paroki Santo Yoseph Pekerja Gotong Gotong Keuskupan Agung Makassar.

Kenapa Uno Verbo ?

Uno Verbo artinya Satu Suara. Maksudnya dalam melakoni hidup kita ini sudah seharusnya ter-inspirasi dari firman / sabda Yesus Kristus yang merupakan satu satunya panduan kita agar kita selalu kuat dan benar dalam kehidupan sehari hari

Melalui blog ini kami akan mencoba membagi berbagai informasi, baik yang berhubungan dengan kegiatan orang muda di Paroki, maupun kehidupan orang pada umumnya serta beberapa info sekitar kegiatan di Paroki.

Semoga blog ini dapat memberikan manfaat.

BERKAT DAN KUTUK

Berkat adalah karunia Tuhan yang mendatangkan kebahagiaan bagi manusia, sedangkan kutuk adalah hukuman Tuhan yang mendatangkan kesengsaraan bagi manusia. Sebagai mahluk yang berakal budi dan berhati nurani, manusia diberi kebebasan oleh Tuhan untuk memilih berkat dan kutuk (bdk Ul.11:28). Apabila manusia mau memilih berkat, ia harus mendengarkan perintah Tuhan dan melakukannya dalam hidup sehari hari (bdk. Ul 11:27). Sebaliknya apabila manusia memilih kutuk, ia boleh melalaikan perintah Tuhan, atau tidak mendengarkannya atau tidak melakukannya, dalam hidup sehari hari (bdk Ul 11:28).
Menurut Yesus, orang yang mendengarkan perintah Tuhan dan melakukannya dapat disamakan dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu, sehingga ia dapat bertahan terhadap segala permasalahan hidup yang menimpanya (bdk Mat.7:24-25). Sebaliknya orang yang mendengarkan perintah Tuhan tetapi tidak melakukannya dapat disamakan dengan orang bodoh, mendirikan rumahnya di atas pasir, sehingga ia tidak dapat bertahan terhadap segala permasalahan hidup yang menimpanya (bdk Mat.7:26-27). Jadi marilah kita menjadi orang bijaksana yang memilih berkat dan bukan kutuk, memilih keberuntungan dan bukan kecelakaan, memilih kehidupan dan bukan kematian (bdk Ul.31:15,19). Amin
(Warta paroki St.Yoseph Pekerja Tahun XXXVI No. 42 6-7 Maret 2011)
Read More

PERCAYA PENUH KEPADA TUHAN

Ketika umat Israel merasa ditinggalkan dan dilupakan oleh Tuhan, nabi Yesaya meyakinkan mereka bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan dan melupakan mereka. Sebab sama seperti seorang ibu yang tidak akan pernah melupakan anak kandungnya, demikian pula Tuhan tidak akan pernah melupakan umat kesayanganNya. Sebagai Allah yang mahasetia, Tuhan akan selalu setia mengingat dan memperhatikan umatNya, sehingga mereka tidak akan pernah terlupakan. jadi umat Israel harus percaya penuh kepada Tuhan, Allah mereka (pesan Bacaan I : Yes. 49:14-16)
Ketika para umat kuatir akan hidup mereka, Yesus menasihati mereka agar jangan kuatir, karena Allah akan mengurusi hidup mereka. Para murid tidak perlu kuatir akan apa yang hendak mereka makan, akan apa yang hendak mereka minum, atau akan apa yang hendak mereka pakai, karena Allah akan memenuhi semua kebutuhan hidup mereka. Jikalau burung burung di langit dan bunga bakung di ladang saja dipelihara dengan baik oleh Allah, maka terlebih lagi manusia tentu akan dipelihara dengan sebaik mungkin oleh Tuhan. Jadi para murid tidak perlu kuatir akan hidup mereka, karena Allah mengetahui segala kebutuhan hidup mereka (pesan Bacaan III : Mat.6:25-34)
(Warta paroki St.Yoseph Pekerja Tahun XXXVI No. 41 26-27 Februari 2011)
Read More