ERAT BERSATU DAN SEHATI SEPIKIR
Sebelum Yesus wafat, Ia mendoakan para muridNya, baik pada zaman itu maupun pada zaman zaman kemudian, agar semua menjadi satu, sama seperti Bapa dan Putera dan Roh Kudus adalah satu (bdk. Yoh.17:1-26). Yesus menghendaki supaya semua muridNya dari segala zaman selalu menjaga persatuan, dengan seia sekata dan sehati sepikir dalam usaha membangun Kerajaan Allah di dunia ini. Tetapi, sesudah Yesus wafat, tak henti hentinya terjadi perselisihan dan perpecahan diantara murid muridNya, baik pada zaman dahulu maupun pada zaman sekarang.Oleh karena itu, Paulus menasihati jemaat Kristen di Korintus, agar mereka seia sekata dan jangan ada perpecahan diantara mereka, tetapi sebaiknya supaya mereka erat bersatu dan sehati sepikir dalam usaha membangun Kerajaan Allah di Korintus (bdk 1 Kor.1:10). Paulus menasihati mereka, karena ia mendengar bahwa ada perselisihan diantara mereka mengenai siapa rasul yang paling hebat: Paulus, Apolos, atau Kefas alias Petrus (bdk 1 Kor.1:11-12). Maka menghadapi perselisihan tersebut, Paulus mengingatkan mereka bahwa mereka semua adalah murid murid Yesus Kristus, bukan murid Paulus, murid Apolos, atau murid Kefas alias Petrus (bdk 1 Kor.1:13). Jadi sebagai murid murid Yesus Kristus, mereka semua harus erat bersatu dan sehati sepikir dalam usaha membangun kerajaan Allah di Korintus (bdk 1 Kor.1:10)
(Warta Paroki St. Yoseph Pekerja Tahun XXXVI No:37 22-23 Januari 2011)
0 comments:
Post a Comment