Paroki Gotong-Gotong, Terdepan dalam Karya Media
Catatan BloggerParoki St. Yosep Gotong-gotong terus meneladan semangat pelindungnya, St. Yosep Pekerja. Sebagai tukang kayu, St. Yosep digambarkan lebih senang bekerja daripada ngomong. Tak suka mencari sensasi. Di bidang media pewartaan, paroki ini sebetulnya patut bangga hati, sebagai terdepan dalam kontribusi media komunikasi sosial (komsos). Dari sini lahir beberapa karya media yang lantas diangkat menjadi media komsos tingkat keuskupan. Taruh misalnya, Majalah Don Bosco dan Radio Rosa. Sekalipun media bersangkutan sudah almarhum, kontribusi paroki ini tidak dapat diabaikan. Jejak semangat karya bermedia, tetap menyala melahirkan para Komunikator Iman ulung berikut figur-figur umat yang consern pada media komsos, yang juga senantiasa gelisah melihat keadaan umat dan masyarakat umumnya.
Komunikator Iman
Dari paroki ini muncul para Komunikator Iman yang handal. Dalam bidang media komsos, kita mencatat Pastor Paroki Jos Van Rooy, CICM yang pernah beberapa periode sebagai Pastor Paroki, dikenal sangat konsern dan mendukung keberadaan media paroki. Pada masanya, Majalah Don Bosco mencapai puncak popularitasnya. Sayang, popularitas itu menurun sejak menjadi Majalah KAMS, dan hanya berselang beberapa tahun, berhenti terbit.
Semangat sama dilanjutkan Pastor Maris Marannu, Pr, juga beberapa periode sebagai Pastor Paroki. Selama di Gotong-gotong, Pastor Maris bahkan selama bertahun mengisi rubrik renungan di Surat Kabar Pedoman Rakyat. Kumpulan renungan itu, telah diterbitkan menjadi buku best seller nasional. Pastor Paroki yang sekarang, Hendrik Njiolah, Pr pun tak kalah produktif. Sebagai pakar Kitab Suci, Beliau telah menerbitkan banyak tulisan bahkan buku-buku best seller.
Di luar itu, masih ada warga paroki yang menonjol menjadi komunikator. Sebutlah misalnya Bapak Petrus Beda. Beliau lama mengelola Majalah Don Bosco sekaligus wartawan di Koran Harian Pedoman Rakyat (keduanya sudah berhenti terbit). Dosen komunikasi di berbagai perguruan tinggi ini, juga dikenal aktiv di banyak kegiatan gerejani. Masih ada Pak Ellyas Josep yang membidani berkembangnya Koran Harian Bina Baru, yang sekarang menjadi Harian Berita Kota Makassar. Pak Yosep juga pernah terlibat menerbitkan Tabloid Sejuk, yang sekalipun hanya seumur jagung, cukup dikenal. Sekarang Beliau dikenal sebagai pegiat LSM, dan dikalangan wartawan dianggap Guru. Berikutnya, ada Pak William Hani Baon. Beliau salah satu penyiar dan pengelola Radio Rosa, yang populer di era 80-an. Beliau menggagas Berita Paroki Asisi, media paroki pertama kali dalam bentuk news dan agenda. Sekarang Pak William konsentrasi di usaha biro periklanan.
Semangat mereka ini menular ke generasi sesudahnya. Menyebut beberapa saja, di antaranya Sdr. Eric Robertson, Genie F Fendy, dan Henky Panglewai. Mereka ini, figur-figur yang benar-benar aware, sadar pentingnya media komsos. Mereka juga figur yang senantiasa gelisah melihat situasi umat dan masyarakat. Kegelisaan yang sama sudah menjadi virus orang-orang yang berkecimpung dalam media komunikasi sosial.
Bagaimana Menjangkau Generasi Facebook?
Inilah pertanyaan besar saat ini. Tidak ada pilihan lain bagi para komunikator iman, kecuali mencari cara menjangkau generasi Face Book (FB) sekarang ini. Selain pesan-pesan, media juga harus dapat disesuaikan dengan trend generasi baru ini. Sekarang, Internet telah memberikan banyak sekali sarana komunikasi bagi semua. Media blog dapat menjadi pilihan strategis. Selain gratis, Blog juga sederhana, tersambung dengan jaringan sosial semacam FB, dan cukup navigatif untuk mencari informasi.
Seperti St. Yosep Pekerja, yang diam dan senantiasa bekerja menghasilkan karya-karya, paroki ini terus menghasilkan kreasi media. Peluncuran situs Blog Uno Verbo jelas bukan untuk mencari sensari. Sebaliknya, media blog ini adalah langkah nyata memberikan panggung bagi para Komunikator Iman untuk menjangkau generasi sekarang. Entah nanti media ini diambil alih keuskupan, tak masalah. Pengalaman sudah membuktikan, semangat paroki ini berkarya di bidang media komunikasi tak diragukan lagi. Viva, Uno Verbo !!!
Stepanus Bo'do'
Mantan Anggota Sei Komsos/Kepemudaan Paroki Gotong-Gotong
Kini Menetap di Palu, Sulteng
alamat email/FB: swilfrid2@yahoo.co.id
Situs Blog: http://torajacybernews.blogspot.com/
1 comments:
sesuai dengan visi dan misi dariParoki Santo Joseph Pekerja yaitu menjadi Paroki percontohan dan melayani umat bagi kemuliaan Allah maka program kerja yang paling anyar dari DePas 2010-2013( sering saya sebut DePas jilid II) adalah merasul melalui media maya dengan tujuan agar kaum muda bisa dilibatkan dalam tugas dan hidup menggerejani. Semoga dengan adanya blog dari SKP ini bisa menjadi percontohan untuk kaum muda untuk aktif dan terlibat langsung dengan kegiatan di paroki. Dan secara pribadi sejak dahulu saya mempunyai cita-cita untuk membuat website paroki. Bravo SKP ! Maju terus pantang mundur! Proficiat untuk Erick yang pantang mundur memajukan SKP! SEmua niat baik dsan kerja keras selalu diberkati Tuhan. Amin
December 13, 2009 at 3:50 PMJacqueline Santosa
Post a Comment